Jumat, 17 Maret 2017

Fonemik : FONEM DAN ALOFON & FONEM BAHASA INDONESIA



                           FONEMIK
         
FONEM DAN ALOFON
FONEM BAHASA INDONESIA
Dosen : Noor Cahaya,M.Pd

DISUSUN OLEH :
1.    Alya Dhania Riadyni (1610116320003)
2.    Mina Merdekarti (1610116320021)
3.    Nur Redha Namiya (1610116320025)
4.   Shalna Aulia (1610116320030)

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
BANJARMASIN
2017
Fonemik
Kajian fonetik adalah bunyi bahasa atau font sedangkan kajian objek fonemik adalah fonem. Lalu, persoalannya bedanya font dan fonem, sebab keduanya sama-sama bunyi bahasa disebutkan juga bahwa fonetik mengkaji bunyi-bunyi bahasa dengan tidak memperhatikan status bunyi itu bisa membedakan makna kata atau tidak, semantara fonemik dikatakan mengkaji bunyi bahasa dengan memperhatikan statusnya sebagai pembeda makna. Bunyi-bunyi bahasa yang sudah dibicarakan pada bab yang lalu, baik yang disebut vocal maupun konsonan jumlahnya sangat banyak. Bunyi-bunyi tersebut meskipun merakan representasi dalam pertuturan, ternyata yang satu dengan yang lain dapat bergabung dalam satu kesatuan yang statusnya lebih tinggi yaitu sebuah fonem, sehingga dapat membedakan makna kata. Jadi, fonem merupakan abstraksi dari satu atau sejumlah font, entah vokal maupun konsonan.
Memanag banyak versi mengenai definisi atau konsep fonem. Namun intinya adalah satu kesatuan bunyi terkecil yang dapat membedakan makna kata. Bagaimana kita tahu sebuah bunyi adalah fonem atau bukan fonem banyak cara dan prosedur telah dikemukakan berbagai pakar namun intinya adalah kalau kita ingin mengetahui sebua bunyi adalah fonem atau bukan kita harus mencari yang disebut pasangan minimal atau minimal pair, yaitu dua buah bentuk yang bunyinya mirip dan hanya sedikit berbeda, umpanmanya kita ingin mengetahui bunyi [p] fonem atau bukan maka kita cari misalnya pasangan kata paku dan baku kedua kata ini mirip sekali. Masing-masing terdir dari empat buah buah bunyi. Kata paku terdiri dari bunyi [p], [a], [k], [u] dan bunyi [u] sedangkan kata baku terdiri dari bunyi [b], [a], [k] dan [u] jadi pasangan paku dan baku terdapat tiga buah bunyi yang sama yaitu bunyi kedua, ketiga, dan keempat. Yang berbeda hanya bunyi pertama yaitu bunyi [p]pada kata paku dan bunyi [b] pada kata baku.
p
A
K
u
b
A
K
u

Dengan demikian kita sudah dapat membuktikan bahwa bunyi [p] dalam bahasa Indonesia adalah sebuah fonem . Mengapa? Karena kalau posisinya diganti oleh bunyi [b], maka maknanya akan berbeda. Untuk membuktikan sebuah bunyi adalah fonem atau bukan dapat juga digunakan pasangan minimal yang salah satu anggota nya “rumpang” artinya ,jumlah bunyi pada anggota pasangan yang rumpang itu kekurangan satu bunyi dari anggota yang utuh. misalnya ,untuk membuktikan bunyi [h] adalah fonem atau bukan kita dapat mengambil pasangan (tuah) dan (tua). Bentuk (tuah) memiliki 4 buah bunyi ,sedangkan bentuk (tua) hanya memiliki tiga buah bunyi. Maka ,kalau bunyi [h] itu ditanggalkan ,makna kata itu akan berbeda. Oleh karena itu, dapat di simpulkan bunyi itu [h] adalah sebuah fonem [h].

t
U
A
h
t
U
A
-           

Alofon
Kalau kita melihat kembali pembicaraan mengenai vokal (bab 8), maka kita akan melihat bahwa bunyi vokal depan tinggi ada dua, yaitu vokal depan tinggi atas atau [i] dan vokal depan tinggi bawah [I]. Begitu juga vokal belakang tinggi ada dua, yaitu vokal belakang tinggi atas [u] dan vokal belakang tinggi bawah [U]. Demikian juga vokal belakang sedang ada dua, yaitu vokal belakang sedang atas [o] dan vokal belakang sedang bawah []
            Persoalan kita sekarang apakah bunyi vokal [i] dan vokal [I] dua buah fonem atau sebuah fonem. Kalau kita menggunakan cara dengan mencari pasangan minimal untuk kedua bunyi vokal itu dalam bahasa Indonesia ternyata sampai saat ini tidak ada. Yang menjadi kenyataan adalah bahwa kedua vokal itu, [i] dan [I], memiliki distribusi yang berbeda. Vokal [i] menempati posisi pada silabel (suku kata) terbuka, silabel yang tidak memiliki koda; sedangkan [I] menempati silabel yang mempunyai koda. Simak:
            Vokal [i] pada kata <i.ni> [ini]; <ti.ti> [titi]; dan <i.si> [isi]
            Vokal [I] pada kata <benih> [b∂nIh]; <ba.tik> [batIk]; dan <ta.sik. [tasIk]
Oleh karena itu, bisa disumpulkan bahwa:
(a)   Vokal [i] dan [I] bukanlah merupakan dua buah fonem, melainkan cuma anggota dari dua buah fonem yang sama yaitu fonem /i/
(b)   Vokal [i] dan vokal [I] distribusinya tidak sama: vokal [i] berdistribusi pada silabel terbuka atau silabel tidak berkoda; sedangkan vokal [I] berdistribusi pada silabel tertutup atau silabel berkoda.
(c)   Vokal [i] dan vokal [I] memiliki distribusi komplementer, berdistribusi yang saling melengkapi.

Analog dengan kasus vokal [i] dan vokal [I], maka dapat dikatakan vokal [u] dan vokal [U] juga merupakan anggota dari satu fonem yang sama, yaitu fonem /u/, yang juga berdistribusi secara komplementer. Vokal [u] untuk silabel terbuka (tak berkoda), dan vokal [U] untuk silabel tertutup (berkoda). Perhatikan!
            Vokal [u] pada kata <buku> [buku]; <ibu> [ibu]; dan <itu> [itu]
            Vokal [U] pada kata <akur> [akUr]; <libur> [libur]; dan <atur> [atUr]
Hal yang sama terjadi juga pada kasus vokal [o] dan vokal [].
Di mana vokal [o] untuk silabel terbuka, seperti pada kata <toko> [toko] dan <bodo> [bodo], sedangkan vokal [] untuk silabel tertutup seperti <tokoh> [tkh] dan <bodoh> [bﬤdﬤh].
            Vokal-vokal yang menjadi anggota dari sebuah fonem, seperti [u] dan [U] untuk fonem /u/ disebut dengan istilah alofon. Dengan demikian kalau dibalik, bisa dikatakan alofon adalah anggota dari sebuah fonem atau varian dari sebuah fonem.
            Dari pembicaraan tentang fonem dan alofon di atas, bisa dikatakan bahwa fonem merupakan konsep abstrak karena kehadirannya dalam ujaran dia diwakili oleh alofon yang sifatnya konkret, dapat diamati (didengar) secara empiris. Jadi, misalnya fonem /i/ pada kata <tani> diwakili oleh alofon [i], karena lafal kata itu adalah [tani], sedangkan pada kata <tarik> diwakili oleh alofon [I] karena lafalnya adalah [tarIk]. Contoh fonem /k/ pada kata <baku> diwakili oleh alofon [k] karena lafalnya adalah [baku], sedangkan pada kata <bapak> diwakili oleh alofon [?] karena lafalnya [bapa?].
            Dengan perkataan lain, fonem /i/ direalisasikan oleh alofon [i] dan alofon [I]; fonem/u/ direalisasikan oleh alofon [u] dan alofon [U]; sedangkan fonem /o/ direalisasikan oleh alofon [o] dan alofon [].
            Fonem vokal
Nama-nama fonem vokal yang ada dalam bahasa indonesia adalah:
1.      /i/ vokal depan, tinggi, tak bundar.
2.      /e/ vokal depan, sedang, atas, tak bundar.
3.      /a/ vokal depan, rendah, tak bundar.
4.      // vokal belakang,atas, bundar.
5.      /u/ vokal belakng, atas, bundar.
6.      /o/ vokal belakang, sedang, bundar.
Status-status fonem vokal :
Fonem
Posisi dalam kata
Awal
Tengah
Akhir
1.      /b/
2.      /p/
3.      /m/
4.       /w/
5.       /f/
6.       /d/
7.       /t/
8.       /n/
9.       /l/
10.    /r/
11.   /z/
12.   /s/
13.   /∫/
14.   /ñ/
15.   /j/
16.   /c/
17.   /y/
18.   /g/
19.   /k/
20.   /ղ/
21.   /x/
22.   /h/
23.   /?/   

bara x para
paku x baku
mati x kati
waris x laris
fakta x pakta
dari x tari
tahan x lahan
nama x lama
lari x dari
rupa x lupa
zaman x taman
satu x batu
syarat x sarat
ñiur x siur
jahit x pahit
x jari
yuri x puri
guru x buru
kapak x lapak
ŋaղa x mama
xas x kas
hitam x pitam
b∂la? x b∂lok


kabur x kapur
kapur x kabur
tamu x tabu
bawaŋ x balaղ
kafan x kapan
udaղ x ulaղ
batu x baru
kina x kita
gelap x genap
para x pala
lazim x lalim
pasaղ x palaղ
       -
Bañak x barak
Laju x lalu
Acar x ajar
Layar x lapar
Lagu x laku
Luka x lupa
Aŋan x akan
-
Paha x pala
Sa?at x sakat
sembab x sembah
dekap x dekat
malam x malaղ
-
-
Abad x abaղ
Kasut x kasur
Bahan x bahas
Batal x bataղ
Bakar x bakal
-
b∂kas x b∂las
  -
-
-
-
-
-
Ajak x ajal
Kadaղ x kadal
Tarix x tarik
Mudah x muda
-

Simak peta fonem konsonan berikut!
Tempat
 Artikulasi




Cara
Artikulasi
Bilabial
Labiodental
Apikoalveolar
Laminoalveolar
Laminopalatal
Dorsovelar
Uvular
Laringal
Glotal
Hambat (Letup)
BS
B

D


g


?
TBS
P

T


k



Nasal

M

A






Paduan (afrikat)
BS




j




TBS




c




Sampingan (lateral)




















Geseran (frikatif)
BS

V

z



H

TBS

F

s





Getar (tril)



R






Semivokal

W


y







Keterangan
1)      BS = bersuara
TBS = tak bersuara
2)      /f/ dan /v/ dalam bahasa indonesia tidak ada pasangan minimal, masalahnya ada pada persoalan ortografi.

Ciri pembeda fonem bahasa indonesia
Secara keseluruhan ciri pembeda fonem-fonem bahasa indonesia dapat dilihat pada bagan berikut:

FONEM
Silabis
konsonantal
Sonoran
akute
belakang
rendah
anterior
koronal
bulat
tegang
kontinuan
bersuara
nasal
i
+
_
+
+
_
_
_
_
_
+
.
.
.
u
+
_
+
+
_
_
_
_
+
+
.
.
.
o
+
_
+
_
+
_
_
_
+
+
.
.
.
a
+
_
+
_
+
+
_
_
_
_
.
.
.
e
+
_
+
_
_
_
_
_
_
+
.
.
.
+
_
+
_
_
_
_
_
_
_
.
.
.
y

_
+
+
_
_
_
_
_
_
.
.
.
w

_
+
+
+
_
_
_
+
_
.
.
.
l
+
+
+
_
_
_
+
+
.
.
+
+
_
r
+
+
+
_
_
_
+
+
.
.
_
+
_


+











h
_
_
_
_
_
+
_
_
.
.
+
_
_
?
_
_
_
_
_
+
_
_
.
.
_
_
_
p
_
+
_
_
_
_
+
_
.
.
_
_
_
b
_
+
_
_
_
_
+
_
.
.
_
+
_
f
_
+
_
_
_
_
+
_
.
.
+
_
_
m
_
+
_
_
_
_
+
_
.
.
_
+
+
t
_
+
+
_
_
_
+
+
.
.
_
_
_
d
_
+
_
_
_
_
+
+
.
.
_
+
_
c
_
+
_
_
_
_

+
.
.
_
_
_
j
_
+
_
_
_
_

+
.
.
_
+
_
s
_
+
_
_
_
_
+
+
.
.
+
_
_
z
_
+
_
_
_
_
+
+
.
.
+
+
_
n
_
+
+

_
_
+
+
.
.
_
+
+
_
+
_
+
_
_
_
+
.
.
+
_
_
ñ
_
+
+
+
_
_
_
+
.
.
_
+
+
k
_
+
_
+
+
_
_
_
.
.
_
_
_
g
_
+
_
+
+
_
_
_
.
.
_
+
_
x
_
+
_
+
+
_
_
_
.
.
+
_
_
ŋ
_
+
+
+
+
_
_
_
.
.
_
+
+

Keterangan:
(1)   Yang dimaksud dengan ciri pembeda di sini adalah pertentangan biner, misalnya silabis x nonsilabis, konsonantal x nonkonsonantal, sonoran x nonsonoran, dan sebagainya.
(2)   Tanda-tanda
Tanda + berarti memiliki ciri
-berarti tidak memiliki ciri
. tidak berkaitan dengan ciri


DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

20 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum, wr, wb.
    Nama : Oktavia Permita Sari
    NIM : 1610116320027
    Kelompok : 6
    Pertanyaan : tolong jelaskan secara singkat, bagaimana cara menempatkan kata sesuai dengan posisi katanya (awal, depan, akhir)
    Terima kasih, wassalamualaikum wr, wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama saya Alya Dhania Riadyni, NIM 1610116320003. Saya akan menjawab pertanyaan dari Oktavia Permita Sari. Penempatan yang di dalam tabel itu disesuaikan dengan letak bunyi yang memiliki pasangan minimal. Untuk contohnya bisa dilihat di dalam tabel. Misalnya, ikan x akan merupakan pasangan minimal, bedanya di bunyi /i/ dan /a/, kedua bunyi tersebut terdapat di awal kata.

      Hapus
  3. assalamualaikum,wr,wb.
    Nama : Muhammad Setiawan Dini
    NIM : 1610116310022
    Kelompok : 7
    pertanyaan : Diatas telah jelaskan tentang Fonemik dan Alofon,yang saya ingin tanyakan adalah apakah Fonemik dan Alofon memiliki hubungan, jika ada tolong jelaskan secara rinci.
    Terima Kasih,wassalamualaikum wr,wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam wr wb
      Nama saya Nur Redha Namiya ,NIM 1610116320025.Saya akan menjawab pertanyaan dari Muhammad Setiawan Dini ,Saling berhubungan karena sudah ada di makalah kami yaitu Vokal-vokal yang menjadi anggota dari sebuah fonem, seperti [u] dan [U] untuk fonem /u/ disebut dengan istilah alofon. Dengan demikian kalau dibalik, bisa dikatakan alofon adalah anggota dari sebuah fonem atau varian dari sebuah fonem.
      Dari pembicaraan tentang fonem dan alofon di atas, bisa dikatakan bahwa fonem merupakan konsep abstrak karena kehadirannya dalam ujaran dia diwakili oleh alofon yang sifatnya konkret, dapat diamati (didengar) secara empiris. Jadi, misalnya fonem /i/ pada kata diwakili oleh alofon [i], karena lafal kata itu adalah [tani], sedangkan pada kata diwakili oleh alofon [I] karena lafalnya adalah [tarIk]. Contoh fonem /k/ pada kata diwakili oleh alofon [k] karena lafalnya adalah [baku], sedangkan pada kata diwakili oleh alofon [?] karena lafalnya [bapa?].

      Hapus
  4. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Nama: Fermansyah
    NIM: 1610116310010
    Perwakilan dari kelompok 8

    Pertanyaan:
    Mengapa setiap fonem memiliki alofon? dan
    akibat distribusi apa akan terjadi perubahan bunyi yang disebut aspirasi? Berikan contohnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Nama saya Shalna Aulia nim 1610116320030 saya akan menjawab pertanyaan Femansyah.
      Dalam fonemik terdapat istilah fonem, alofon, dan jenis bahasa. berikut penjelasannya
      Fonem adalah bahasa Jepan disebut onso adalah satuan bunyi terkecil berwujud abstrak dengan ciri pembeda fonetis tertentu yang berfungsi membedakan makna dalam bahasa lisan,dan merupakan kristalisasi dari beberapa bunyi konkrit sebagai alofon dalam tata bunyi suatu bahasa. Jadi, bunyi konkrit alami disebut alofon dan fonem adalah satuan bunyi yang diciptakan ahli sehingga berwujud abstrak, karena keberadaan fonem ada didalam benak pikiran penutur dan didalam masyarakat pemakai bahasa yang yang bersangkutan. Oleh karena itu, fonem sering di kaitkan memiliki satu atau beberapa alofon, atau kebalikannya, satu atau beberapa alofon yang membentuk fonem. Jika meminjam konsep induk dan anak, maka fonem adalah induknya dan alofon adalah anaknya.
      Aspirasi merupakan pengucapan suatu bunyi yang disertai dengan hembusan keluarnya udara dengan keras, sehingga keluar bunyi /h/ lepas tajam pelepasan artikulasi sec. tajam atau penuh. lepas nasal: adalah pelepasan bunyi nasal didepannya. Lepas sampingan: terjadi ketika adanya bunyi sampingan didepannya

      Hapus
  5. Nama : Tesa Oktavia
    NIM : 16100116320032
    Perwakilan kelompok 3

    dijelaskan fonem merupakan abstrasi dari satu atau sejumlahnya font entah vocal maupun konsonan yang saya tanyakan contoh abstrasinya seperti apa ? terimakasih .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama saya Alya Dhania Riadyni, NIM 1610116320003. Saya akan menjawab pertanyaan Tesa Oktavia.
      Maksudnya fonem merupakan abstraksi dari satu atau sejumlah fon, entah vokal maupun konsonan itu begini : Bunyi, meskipun merupakan representasi dalam pertuturan, ternyata yang satu dengan yang lain dapat bergabung dalam satu kesatuan yang statusnya lebih tinggi yaitu sebuah fonem, sehingga dapat membedakan makna kata. Contohnya, dalam fon ada [b] dan [p], untuk membuktikan sebagai fonem, kita lihat misalnya dalam kata "baku", jika bunyi /b/ diganti dengan /p/ maka akan menjadi kata lain dengan makna berbeda. Begitulah mengapa fonem disebut abstraksi atau gambaran dari satu atau beberapa fon.

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Assalmu'alaikum Wr.Wb
    Nama :herlina sri damayanti
    Nim :1610116320012
    Perwakilan kelompok 4

    Pertanyaan saya apa ada kaitan fonem vokal dan fonem bahasa indonesia jika ada tolong jelaskan
    Terima Kasih Wassalamualaikum Wr.Wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama saya Alya Dhania Riadyni, NIM 1610116320003. Saya akan menjawab pertanyaan dari Herlina Sri Damayanti.
      Sebelumnya, kami memohon maaf karena ada kesalahan dalam penerbitan artikel tersebut. Sehingga materi yang dipaparkan tidak lengkap. Pembahasan mengenai fonem vokal masuk di dalam pembahasan Fonem Bahasa Indonesia. Adapun fonem vokal dalam bahasa Indonesia yaitu : /i/,/e/,/a/,/u/,/o/, dan /ә/.

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Assalamu'alaikum Wr.Wb
    Nama : Elva Riyani
    NIM : 1610116320008
    Perwakilan dari kelompok 2

    Yang ingin saya tanyakan
    Berikan contoh fonetik yang mengkaji bunyi-bunyi bahasa dengan tidak memperhatikan status bunyi itu apakah bisa membedakan makna kata atau tidak ?

    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama saya Shalna Aulia nim 1610116320030 saya akan menjawab pertanyaan dari Elva Riyan.
      Maaf sebelumnya, pembahasan kami disini adalah fonemik. Fonemik adalah kajian atau analisa bunyi bahasa dengan memperhatikan statusnya sebagai pembeda makna. Bunyi bahasa yang diucapkan oleh manusia akan memiliki pembeda makna pada setiap bunyi bahasanya.
      contohnya bisa anda lihat dalam tabel pada artikel, dimna untuk menentukan sebuah fonem diperlukan mencari pasangan minimal.

      Hapus
  10. Assalamu'alaikum..
    Nama : Malia
    Nim : 1610116320019
    Perwakilan dari kelompok 1

    Dikatakan bahwa "fonem merupakan konsep abstrak karena kehadirannya dalam ujaran dia diwakili oleh alofon yang sifatnya konkret, dapat diamati (didengar)secara empiris". Jadi, pertanyaan saya. Jelaskan hubungan antara fonem dan alofon?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam.
      Nama saya Mina Merdekarti.NIM 1610116320021. Saya akan menjawab pertanyaan dari Malia.
      Fonem realisasinya adalah alofon, itu berarti alofon bukanlah fonem tetapi realisasi dari fonem. Bunyi alofon dapat dipertukarkan ditempat yang sama, sedangkan fonem tidak. Fonem bersifat abstrak, sedangkan alofon berabstraksi, bentuk abstraksi alofon adalah fonem.

      Hapus
  11. saya mau bertanya: apa perbedaan,persamaan alofon sama fonem

    BalasHapus